Allah menciptakan
cinta dan menurunkannya kedalam hati manusia, agar manusia mampu
mencintai sesuai dengan izin-Nya. Maka cintailah Allah yang memberikan
cinta.
Kadang kita merasa manusia lebih layak
mendapatkan cinta, lalu mengabaikan Allah. Padahal yang seperti ini
akan menimbulkan kegalauan dan kekhawatiran.
Sebab
kita menyandarkan cinta pada yang akan hilang, kita menaruh cinta pada
yang akan terpisah, kita mencintai lebih pada makhluk bukan penciptanya.
Namun
apabila Allah sudah lebih kita cintai dibanding segalanya, maka Allah
akan limpahkan kasih sayang-Nya pada kita hingga makhluk pun mencintai
kita.
Fitrah cinta itu ketika tidak menduakan
Allah, baik dalam penyembahan, dalam hal hukum, apalagi menduakan Allah
dengan manusia, bukan itu cinta sejati.
Tapi
cinta sejati, didapat dari mencintai Allah, taat pada Allah. Dan karena
itulah kita bisa mencintai manusia, mencintainya sesuai dengan
keinginan Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar